Channeling& Retention (Staff) Kualifikasi : Pria. Pendidikan Min. D3/S1. Usia Max. 30th (Staff) Pengalaman min. 1 tahun (Staff) Memiliki kemampuan analisab dan komunikasi yang baik. Penempatan MUF Cabang Serang. Kirimkan CV dan lamaran ke Email : recruitment.serang@muf.co.id. Channelingand Retention(Head & Staff) Credit Marketing (Head & Staff) Credit Analyst (Head) Collection (Head & Staff) Human Capital Head Administration (Head & Staff) Kami adalah perusahaan garment terkemuka di Indonesia dengan brand POLO & C.K.F yang tergabung dalam POLO GROUP. Sejalan dengan perkembangan bisnis ini, kami tidak hanya PhotoUtama: Impian anak bangsa tentang Indonesia yang sejahtera untuk semua kalangan adalah komitmen BSM; yang diimplementasikan melalui upaya-upaya dinamis dan berkesinambungan. in Risk Management Penghargaan untuk The Best for Employee Net Promoter Score (financial industry telah mencapai 2.663 kantor dan 1.277 office channeling (OC Freedomof speech is not tied to any particular form of communication, although traditionally it has been linked with freedom of the press. The provisions have been interpreted taking into account technological developments and have thus been extended to encompass new forms of communication such as television, public and cable broadcasting, although these latter operations can be distinguished Ourstaff includes about 1300 individuals who focus on more than 50 disciplines. When you ask us, â Please, write my essay,â it doesn't rely as dishonest. Our consultants provide help to help you better understand the material, enhance your research and writing expertise, and get better grades. EmployeeRetention Retensi adalah elemen penting dari pedekatan organisasi untuk manajemen bakat yang lebih umum, didefinisikan sebagai pelaksanaan strategi terintegrasi atau sistem yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas kerja dengan mengembangkan proses - proses untuk menarik, mengembangkan, mempertahankan, dan memanfaatkan orang jobdesk Channeling & Retention marketing mandiri utama finance; Perbedaan pramubakti dan ob; ALAMAT pt dean shoes; pt ciba vision malaysia; Infoloker pt deansus; tugas channeling dan retention staff; tugas channeling and retention adalah; gaji kerja di solaria; channeling and retention adalah; Syarat melamar ppsu; Pendaftaran ppsu 2022 Taktikretention merupakan tindakan atau aksi untuk merealisasikan tujuan dari retained customer. Contohnya melakukan follow up kepada customer, dua minggu setelah mereka terakhir kali memesan produk Anda. Strategi Tools: Retention tool merupakan sistem yang digunakan untuk menjalankan fungsi customer retention. TableManners with Jessie and Lennie Ware. Jessie Ware hosts a podcast about food, family and the beautiful art of having a chat, direct from her very own dinner table. With a little bit of help from her chef extraordinaire mum Lennie, each week guests from the worlds of music, culture and politics drop by for a bite and a bit of a natter. KarerID - Loker Hari Ini: Lowongan Kerja Tugas Channeling And Retention Di Bank Mandiri Utama Finance Juli 2022 - Update Lowongan Kerja Tugas Channeling And Retention Di Bank Mandiri Utama Finance Juli 2022 Terbaru tahun 2022, Lowongan Kerja Tugas Channeling And Retention Di Bank Mandiri Utama Finance Juli 2022 Adalah salah satu Perusahaan multi nasional yang bergerak di Bidang Lowongan Kerja xVup. Bagaimana caranya memastikan konsumen mau membeli produkmu secara berulang? Customer retention specialist adalah sosok yang bertugas untuk memastikan hal tersebut. Customer retention atau pembelian berulang merupakan salah satu faktor yang menentukan keberlangsungan sebuah bisnis. Tanpa adanya pembelian berulang, bisnis dapat kehilangan pemasukan. Bagaimana cara seorang specialist memastikan hal ini? Yuk, cari tahu selengkapnya! Apa Itu Customer Retention Specialist? © Dilansir dari Zip Recruiter, customer retention specialist bekerja untuk mempertahankan konsumen dan meningkatkan loyalitasnya pada produk. Karier ini sebagian merupakan posisi pendukung, dan sebagian lagi merupakan posisi penyelesaian keluhan. Kamu harus memiliki keterampilan komunikasi yang kuat, karena sebagian besar pekerjaan dihabiskan untuk berbicara dengan pelanggan atau karyawan secara langsung atau melalui telepon. Kualifikasi yang diperlukan untuk pekerjaan ini dapat bervariasi. Namun umumnya seorang specialist memiliki gelar sarjana di bidang marketing dan pengalaman layanan konsumen yang luas. Specialist ini bertugas merancang dan menerapkan strategi retensi pelanggan untuk meningkatkan loyalitas dan mempertahankan bisnis. Kamu juga menganalisis umpan balik pelanggan, negosiasi dengan pelanggan, menerapkan strategi retensi, dan menyusun laporan untuk manajer penjualan. Tanggung jawab Customer Retention Specialist © 1. Layanan konsumen Tanggung jawab pertama yang menurut Zippia perlu dimiliki customer retention specialist adalah kemampuan melayanani pelanggan. Layanan pelanggan yang dimaksud adalah proses menawarkan bantuan kepada semua pelanggan saat ini dan calon pelanggan Tujuan utama dari layanan pelanggan adalah untuk membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan sehingga mereka terus datang kembali untuk lebih banyak bisnis. Ini termasuk menjawab pertanyaan, memperbaiki masalah, dan memberikan layanan terbaik. 2. Melakukan panggilan eksternal Sebagai perwakilan perusahaan, seorang customer retention specialist sering kali harus melakukan panggilan eksternal. Panggilan eksternal ini dilakukan oleh melalui call center kepada konsumen atas nama perusahaan. Panggilan semacam itu dapat membantu meningkatkan penjualan dan menghasilkan pendapatan bagi organisasi. 3. Billing issue Billing issue adalah kesalahan yang dilakukan oleh perusahaan yang mengakibatkan tagihan yang salah bagi konsumen. Contoh masalah ini misalnya menambahkan apa yang tidak seharusnya ditagih dari konsumenatau secara tidak sengaja menghilangkan layanan yang dibeli pelanggan. Billing issue adalah tanggung jawab perusahaan dan disebabkan oleh orang yang menghitung tagihan. Seorang customer retention specialist bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah ini kepada konsumen meski membutuhkan waktu. 4. Customer retention Seperti namanya, customer retention specialist bertanggung jawab untuk mencegah konsumen beralih ke produk atau perusahaan lain. Ia juga harus memastikan tindakan yang diambil perusahaan mendorong konsumen menjadi lebih loyal terhadap perusahaan dan produknya. Tanggung jawab ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah pelanggan tetap, meningkatkan profitabilitas dari setiap pelanggan, meningkatkan penjualan perusahaan, dan juga membantu membangun hubungan erat dengan pelanggan. 5. Target penjualan Target penjualan mencakup serangkaian tujuan dan sasaran yang ingin dicapai yang ditetapkan untuk tim penjualan untuk mendorong mereka dan menghasilkan keuntungan bagi perusahaan. Sasaran penjualan yang dapat dicapai terikat waktu dan relevan dengan perusahaan, sangat membantu dalam memotivasi para pekerja untuk mencapainya, dan juga luar biasa bagi pendapatan perusahaan. 6. Meminta dan menerima feedback konsumen Untuk memastikan loyalitas konsumen, seorang customer retention specialist harus mampu mendapatkan feedback dari konsumen dan menganalisisnya Feedback tersebut dapat berupa informasi dan wawasan yang diberikan secara lisan, tertulis, atau bentuk online tentang pengalaman konsumen dengan produk atau layanan perusahaan. Baik itu feedback positif, maupun yang negatif. Feedback konsumen ditujukan untuk menyampaikan fakta tertentu yang dihadapi pelanggan saat menggunakan produk dan membantu perusahaan memahami celah-celah untuk perbaikan. Skill yang Dibutuhkan Customer Retention Specialist © Unsplash 1. Komunikasi Sering kali harus berhubungan dengan konsumen, skill pertama yang perlu dimiliki customer retention specialist adalah komunikasi. Mendengarkan pertanyaan, mengatasi masalah, memberikan umpan balik, dan menerapkan saran adalah tolak ukur untuk memahami konsumen. Di satu sisi, ia dapat memastikan konsumen tetap loyal terhadap produk dan layanan perusahaan dengan memanfaatkan kemampuan komunikasi yang efektif. Di sisi lain, ia dapat memahami perubahan-perubahan yang perlu dilakukan perusahaan untuk mendapatkan loyalitas konsumen 2. Interpersonal Selain komunikasi, skill interpersonal juga dibutuhkan customer retention specialist untuk menjalankan tugasnya. Sebuah penelitian yang dilansir Journal of Management Sciences and Technology menemukan hubungan yang signifikan antara skill interpersonal dan customer retention. Dalam jurnal tersebut disebut bahwa skill interpersonal tidak hanya dapat membantu perusahaan mendapatkan konsumen baru. Secara signifikan, skill interpersonal membantu meningkatkan kepercayaan dan pada akhirnya loyalitas konsumen terhadap perusahaan 3. Empati Sebagai customer retention specialist, skill empati dibutuhkan untuk memahami konsumen. Dengan menggunakan empati, ia dapat mengidentifikasi apa yang penting bagi konsumen serta mengapa mereka berperilaku seperti itu. Dari sana, ia dapat lebih mudah untuk memposisikan produk sebagai sesuatu yang konsumen identifikasi. Oleh karena itu, empati adalah persyaratan untuk memahami pengalaman konsumen. Ini memungkinkan perusahaan untuk melayani dengan lebih baik konsumen yang menjaga bisnis tetap bertahan. 4. Kemampuan berorganisasi Skill terakhir yang diperlukan customer retention specialist adalah kemampuan organisasi. Kemampuan ini dapat diandalkan untuk meningkatkan pemikiran dan persiapan yang diperlukan untuk merancang strategi customer retention marketing. Tidak hanya itu, skill ini juga dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan kemampuan antisipasi dan prediksi yang diperlukan untuk memahami konsumen. Sehingga, customer retention specialist dapat merancang strategi yang tepat untuk meningkatkan penjualan dan customer retention. Itulah serba-serbi profesi customer retention specialist yang harus kamu tahu. Setelah membaca penjelasan lengkap dalam artikel ini, apakah kamu tertarik untuk menjadi seorang customer retention specialist? Kamu bisa, lho memulai kariermu dengan melamar lowongan kerja yang tersedia di Glints. Ada berbagai jenis lowongan kerja, dari full time, part time, hingga remote yang bisa kamu temukan dan lamar. Yuk, buat akun profesionalmu sekarang dan mulai mencari lowongan pekerjaan impianmu di Glints! What Is a Retention Specialist and How to Become One Customer Retention Specialist Enhancing Customer Retention with Interpersonal Relationship Strategies in the Nigerian Deposit Money Banks Adanya karyawan yang mengundurkan diri dengan berbagai macam alasan merupakan suatu hal yang lumrah terjadi pada perusahaan. Namun, terdapat metrik yang menunjukan kesehatan dan kemampuan perusahaan dalam menjaga agar karyawan bertahan, yakni pada kisaran 90%, metrik ini dalam dunia HR biasa disebut employee retention. Artikel ini akan membahas secara lengkap mulai dari definisi, manfaat, metrik, dan cara memperbaiki persentase employee retention. Apa itu Employee Retention? Employee retention adalah kemampuan perusahaan untuk mempertahankan karyawan yang profesional, produktif dan berkualitas yang biasanya dihitung secara tahunan atau periode waktu tertentu. Terminologi ini berasal dari bahasa Inggris yang dapat diterjemahkan sebagai retensi karyawan. Kemampuan perusahaan untuk mempertahankan karyawan dapat diperoleh dengan mengaplikasikan beberapa strategi seperti menciptakan lingkungan kerja yang positif, menghormati pegawai, memberikan gaji dan manfaat yang kompetitif, serta memberikan support work-life balance yang maksimal. Secara umum employee retention bermanfaat agar karyawan-karyawan terbaik yang memiliki potensi sebagai pemimpin masa depan perusahaan dapat bertahan dan memberikan potensi terbaiknya, namun secara spesifik ada 8 manfaat dari employee retention, yaitu 1. Penghematan Biaya Menurut survey yang dilakukan oleh SHRM, biaya keseluruhan untuk merekrut karyawan baru mencapai 90% lebih mahal dibanding mempertahankan karyawan aktif saat ini, bahkan persentase kenaikannya sampai dengan 200% apabila senioritas posisi yang perlu diisi adalah manager keatas. Perlu diketahui bahwa biaya yang tercakup disini bukan hanya gaji, namun juga imbas produktivitas tim, sampai biaya training. 2. Efisiensi Program Training dan Rekrutmen Memiliki karyawan baru berarti memerlukan proses offboarding, onboarding, training dan transisi yang cenderung sama berulang-ulang. Apabila proses ini dapat diminimalisir dengan memaksimalkan jumlah karyawan yang bertahan pada perusahaan, program rekrutmen dan training dapat dibuat lebih berkelanjutan sehingga calon-calon pemimpin perusahaan dapat bermunculan secara organik. Baca juga Bagaimana Cara Mengenali Potensi Leadership Kandidat? 3. Menambah Produktivitas Menjaga tingkat retensi karyawan memiliki dampak positif pada produktivitas. Hal ini dapat terjadi karena dibutuhkannya waktu yang tidak sebentar bagi karyawan baru untuk mencapai tingkat produktivitas yang sama dengan pendahulunya. Hal ini juga berdampak pada kinerja staf yang lain. Mereka yang bertahan biasanya perlu bertanggung jawab untuk menangani pekerjaan tambahan dan tidak mustahil mengakibatkan kualitas kerja yang menurun. Sebaliknya, lingkungan kerja dengan tingkat retensi yang tinggi cenderung memiliki karyawan yang lebih solid dan produktif. 4. Meningkatkan Engagement Karyawan Tingkat retensi karyawan yang tinggi dapat membantu meningkatkan keterikatan dan keterlibatan karyawan pada tim dan perusahaan. Sebaliknya, terjadinya perputaran karyawan yang masuk dan keluar secara terus menerus dapat menurunkan kualitas kedekatan antara karyawan. 5. Karyawan Lebih Kompeten dan Berpengalaman Mempertahankan pegawai adalah penting bagi perusahaan karena semakin lama pegawai bekerja di suatu organisasi, mereka akan semakin terlibat, memiliki pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik. Karyawan yang bertahan cukup lama biasanya memiliki pengalaman dan kompetensi yang lebih baik dibanding karyawan baru. 6. Meningkatkan Customer Experience Employee retention mempengaruhi kualitas profesionalitas layanan yang diberikan kepada pelanggan. Pegawai baru yang belum begitu berpengalaman lebih rentan melakukan kesalahan yang sedikit atau banyak mempengaruhi customer experience. Pegawai yang lebih berpengalaman biasanya lebih ahli dalam berinteraksi dengan pelanggan dan mungkin memiliki hubungan yang cukup kuat. 7. Proses yang Terstruktur Karyawan yang bertahan biasanya telah mengetahui banyak hal detail dari pengalaman sehari-hari termasuk pada proses dan struktur perusahaan. Setiap kali perusahaan mempekerjakan karyawan baru, mereka perlu mengalami proses pengenalan dan pengaplikasian struktur hingga proses kerja perusahaan. Proses pengenalan ini apabila tidak didelegasikan secara baik dapat merubah struktur yang telah dibuat dan mempengaruhi produktivitas perusahaan. 8. Peningkatan Pendapatan Mempertahankan karyawan akan membantu meningkatkan keuntungan baik bagi departemen atau perusahaan secara keseluruhan. Pendapatan sebuah bisnis dapat meningkat berdasarkan beberapa manfaat yang dapat diterima dari retensi karyawan, termasuk pelayanan pelanggan yang lebih baik, biaya rekrutmen yang lebih rendah, dan produktivitas karyawan yang dioptimalkan. Pada akhirnya, semua hal tersebut dapat meningkatkan ROI perusahaan. Cara Menghitung Metrik Employee Retention Rumus untuk menghitung metrik employee retention adalah jumlah karyawan yang masih bekerja dalam satu periode waktu tertentu dibagi dengan jumlah karyawan yang ada pada awal periode waktu tersebut. Sebagai contoh jika pada 1 Januari 2023 hanya tersisa 53 karyawan yang masih bekerja dan dibandingkan total 88 karyawan pada 1 Januari 2022, maka tingkat retensi karyawan selama tahun 2020 adalah 53/88 atau 60,2%. Cara Memperbaiki Employee Retention Retention rate yang belum begitu baik atau jauh dibawah 90% bukanlah akhir dari perusahaan, namun bukan berarti para praktisi HR dapat berdiam diri dan tidak melakukan perubahan apapun. Berikut adalah 5 strategi yang dapat dilakukan untuk mendongkrak employee retention 1. Komunikasi dan Ekspektasi yang jelas Komunikasi yang jelas membantu karyawan memahami tanggung jawab mereka, ekspektasi, dan bagaimana pekerjaan mereka sesuai dengan tujuan perusahaan secara keseluruhan. Pastikan hal ini sudah dijelaskan sejak awal karyawan masuk dan memulai hari pertamanya bekerja. Baca juga Perbedaan Antara Milenial dan Generasi Z di Dunia Kerja 2. Recognition Menghargai dan memberikan imbalan kepada karyawan untuk kerja keras dan kontribusi mereka dapat meningkatkan moral dan meningkatkan kepuasan kerja. Hal yang tidak begitu sulit seperti memberikan award karyawan terbaik bulanan adalah salah satu cara memberikan penghargaan kepada perusahaan, tentunya hal ini bisa ditambah dengan pemberian bonus atau imbalan menarik lainnya sesuai budget perusahaan. Pastikan juga ada sistem penilaian kinerja yang dilakukan secara rutin dan adil, serta dapat menjadi periode untuk karyawan mendapatkan dan memberi feedback yang menyeluruh tentang performa karyawan dan manfaatnya pada perusahaan. 3. Kompensasi dan Benefit Menawarkan gaji dan paket benefit yang kompetitif dapat membantu menarik dan mempertahankan karyawan. Hal ini bisa meliputi asuransi kesehatan, jaminan hari tua, dan hak cuti bersama, atau hal-hal lainnya yang dapat membuat karyawan memiliki penghidupan yang layak dan produktif. 4. Budaya Kerja yang Positif Menciptakan budaya kerja yang positif yang menghargai karyawan dan mendorong kerjasama dapat membentuk lingkungan kerja yang dukungan dan inklusif. Mendorong kesempatan pertumbuhan profesional seperti pelatihan, konferensi, dan workshop dapat membantu karyawan tumbuh secara profesional dan merasa lebih terlibat dengan pekerjaan mereka. 5. Work-life balance Mendorong inisiatif keseimbangan kerja dan hidup, seperti jadwal kerja yang fleksibel, dapat membantu karyawan mempertahankan keseimbangan yang sehat antara hidup pribadi dan profesional. Baca juga 7 Strategi Meningkatkan Kebahagiaan Karyawan Menjalankan 5 strategi ini dapat membantu karyawan merasa dihargai, termotivasi, dan terlibat dalam pekerjaannya, pada akhirnya akan mengarah pada peningkatan retensi karyawan dan peningkatan kinerja perusahaan secara keseluruhan. Sangat penting bagi praktisi HR untuk secara konsisten mengevaluasi dan membuat adjustment pada strategi-strategi ini untuk memastikan efektivitas dan keberhasilannya. Sumber BuiltIn Indeed Net Suite Net Suite 2 SHRM Employee retention adalah sebuah fenomena di mana karyawan memilih untuk tetap bertahan di perusahaan tempat mereka bekerja sekarang. Biasanya, perusahaan dengan tingkat employee retention yang tinggi akan memiliki karyawan yang terlibat secara aktif dan loyal. Karyawan dari perusahaan tersebut tidak akan secara aktif mencari peluang di perusahaan lain. Melalui artikel ini, kamu akan mempelajari apa yang dimaksud dengan employee retention dengan lebih dalam lagi. Selain itu, kamu juga akan mempelajari seberapa pentingnya employee retention bagi sebuah perusahaan dan strategi untuk meningkatkannya. Mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini! Pengertian Employee Retention Employee retention adalah kemampuan perusahaan untuk mempertahankan karyawannya dan memastikan keberlanjutan karyawan. Employee retention dapat direpresentasikan oleh statistik sederhana, seperti tingkat retensi 80% biasanya menunjukkan bahwa suatu organisasi mempertahankan 80% karyawannya dalam periode waktu tertentu. Employee retention juga didefinisikan sebagai kemampuan perusahaan untuk mencegah terjadinya employee turnover atau karyawan yang meninggalkan pekerjaannya dalam periode tertentu, baik secara sukarela maupun terpaksa. Meningkatkan employee retention akan berdampak langsung pada kinerja dan kesuksesan bisnis. Karyawan meninggalkan pekerjaan mereka karena berbagai alasan. Ada yang sukarela, seperti mendapatkan tawaran yang lebih baik dari perusahaan lain, dan yang lainnya tidak sukarela, seperti di-PHK. Strategi employee retention berfokus pada menghindari terjadinya turnover sukarela yang dapat merugikan perusahaan, bukan turnover karena di-PHK. Perusahaan harus dapat membedakan antara karyawan yang berkinerja rendah dan yang berkinerja baik. Dengan begitu, perusahaan dapat memfokuskan upayanya untuk mempertahankan karyawan yang memang kinerjanya baik. Faktanya, akan lebih sulit bagi perusahaan untuk menemukan karyawan baru dengan kualitas baik daripada mempertahankan yang ada. Pentingnya Employee Retention untuk Perusahaan Apa pun jenis turnover yang dilakukan karyawan, baik itu sukarela atau tidak, pasti ada biaya yang harus dibayarkan perusahaan. Setiap kali seorang karyawan meninggalkan posisinya, akan ada waktu, uang, dan upaya yang terkait dengan perekrutan dan pelatihan untuk mencari dan melatih penggantinya. Selain itu, kemungkinan juga ada biaya pemisahan seperti uang pesangon. Tidak hanya itu saja, ketika ada posisi yang kosong, akan ada biaya produktivitas yang hilang. Selain itu, setidaknya diperlukan waktu satu atau dua tahun bagi karyawan baru untuk menyamai produktivitas dari karyawan yang keluar. Ini dapat memengaruhi moral dan produktivitas tim yang tersisa, yang dapat menyebabkan hilangnya pendapatan, berkurangnya efisiensi, dan turnover lebih lanjut. Biaya lain yang harus dibayarkan ketika ada karyawan lama yang keluar adalah human capital yang dimilikinya. Pengetahuan, kemampuan, dan relasi yang dimiliki oleh karyawan lama akan sulit untuk didapatkan kembali. Hal tersebut akan lebih merugikan lagi jika memang perusahaan sudah menginvestasikan banyak untuk mengembangkan human capital dari karyawan lama tersebut. Oleh karena itu, untuk menghindari terjadinya employee turnover yang tinggi, setiap perusahaan harus berusaha untuk mencapai tingkat employee retention yang tinggi pula. Ada banyak sekali cara yang dapat dilakukan untuk mempertahankan karyawan, tetapi yang utama adalah dengan membuat mereka nyaman selama bekerja dan merasa dihargai. Baca juga Memahami Pengaruh Reward dan Punishment Terhadap Kinerja Karyawan Data yang dikumpulkan oleh HubSpot menemukan bahwa alasan employee turnover yang tinggi terjadi adalah karena kurangnya work-life balance, kurangnya jadwal yang fleksibel, atau kurangnya peluang pertumbuhan karier. Berikut ini adalah beberapa strategi yang dapat kamu gunakan untuk meningkatkan employee retention. 1. Prioritaskan Work-Life Balance Keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan work-life balance adalah hal yang penting. Meskipun karyawan bekerja secara remote atau WFH dan kebijakan penjadwalan yang fleksibel merupakan faktor penting dalam menciptakan work-life balance, tetapi hal itu tidak berguna jika karyawan memiliki terlalu banyak tugas yang harus dikerjakan. Manajer harus secara teratur memeriksa karyawannya untuk memastikan bahwa mereka tidak memiliki pekerjaan lebih dari yang dapat ditanganinya dan untuk mendorong jalur komunikasi terbuka tentang beban kerja. Perusahaan juga perlu mengefektifkan waktu kerja, seperti dengan mengurangi rapat yang tidak perlu, agar karyawan dapat bekerja dengan lebih efisien. Agar karyawan tidak stres, apalagi burnout, perusahaan perlu memberikan waktu cuti yang memang mereka layak dapatkan. Cuti adalah hak bagi setiap karyawan. Lagi pula, banyak sekali studi yang menunjukkan bahwa produktivitas karyawan akan meningkat setelah mereka mengambil cuti, dan bahkan efeknya akan terasa selama beberapa waktu ke depan. 2. Berinvestasi Dalam Karier Karyawan Menurut LinkedIn, 94% karyawan mengatakan bahwa mereka akan bertahan lebih lama di sebuah perusahaan jika perusahaan tersebut berinvestasi dalam pengembangan karier mereka. Dalam perekonomian saat ini, karyawan memahami bahwa mereka perlu menjaga keterampilannya agar tetap kompetitif dan dapat naik jabatan. Perusahaan dapat memanfaatkan keinginan karyawan untuk berkembang dengan menyediakan program pelatihan dan berinvestasi dalam pemberian pendidikan tambahan untuk karyawan. Untuk lebih menunjukkan kepedulian terhadap karyawan, perusahaan dapat mempersonalisasi pelatihan yang diberikan sesuai minat dari karyawan. Baca juga Pengaruh Beban Kerja Terhadap Kinerja Karyawan 3. Fokus pada Manajer Pernahkah kamu mendengar karyawan yang mengatakan, “Saya sebenarnya suka pekerjaannya, tetapi tidak suka bosnya,” sebelum memutuskan untuk keluar? Sayangnya, seringkali hal tersebut memang benar. Untungnya, keterampilan kepemimpinan bisa dilatih. Jadi, perusahaan harus memastikan bahwa setiap manajer memang memiliki kemampuan memimpin yang mumpuni, serta memberikannya pelatihan kepemimpinan agar mereka dapat lebih berkembang. 4. Kenali Kontribusi Karyawan Semua orang suka merasa dihargai, dan itu terutama berlaku di tempat kerja. Sebuah survei yang dilakukan Gallup dan Workhuman pada tahun 2022 menemukan bahwa ketika karyawan merasa pekerjaan mereka diakui, mereka 56% lebih kecil kemungkinannya untuk mencari peluang di perusahaan lain. Meski begitu, hanya 19% karyawan yang merasa perusahaannya mengakui kontribusi yang diberikan karyawannya. Perusahaan harus membuat sebuah program pengakuan atas kontribusi yang diberikan karyawan, seperti melakukan Employee of the Month atau memberikan insentif bagi karyawan yang mencapai target. Selain itu, perusahaan juga dapat mendorong manajer untuk memberikan pengakuan kepada bawahannya secara langsung, seperti mengucapkan terima kasih atas pekerjaan yang dilakukan atau memberikan apresiasi lainnya. 5. Manfaatkan Teknologi Berurusan dengan masalah teknologi atau ruang kerja yang tidak nyaman akan selalu berdampak buruk untuk moral. Bagi karyawan yang sudah merasa kewalahan dengan pekerjaannya, meluangkan waktu untuk berurusan dengan komputer yang tidak berfungsi atau perangkat lunak yang ketinggalan zaman dapat menjadi penyebab utama frustrasi. Baca juga 4 Ciri-ciri Stres Ringan yang Wajib Diketahui Perusahaan harus memastikan karyawannya memiliki teknologi yang dapat membantu produktivitas mereka. Salah satu teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan adalah HRIS Human Resource Information System dari StaffAny. StaffAny menyediakan banyak sekali fitur yang dapat membantu dan mempermudah pekerjaan karyawan, seperti absensi online, pengajuan cuti, hingga laporan kinerja karyawan. Selain itu, StaffAny juga memiliki fitur EngageAny yang dapat membantu setiap owner atau manager membuat monthly target yang berbeda sesuai kebutuhan. Jadi, reward yang didapatkan oleh staf dapat sesuai dengan keinginan owner atau manager. Tertarik menggunakannya? Hubungi kami di sini! StaffAny merupakan perusahaan teknologi yang berfokus pada bidang HR. Kami percaya proses digitalisasi HR untuk beragam kebutuhan industri ritel sangat berperan dalam proses percepatan bisnis dan menjaga kualitas produk.